Nama si ANU tiba2 aja jadi jelek, hampir semua kejelekannya dibongkar, hampir semua hal dikaitkan ke dia dan semuanya mengarah ke dia sebagai awal masalah seakan2 si ANU tidak ada kebaikannya sama sekali. Si ANU jadi bahan pembicaraan oleh si ONO, ANO, ANA dll. Semua berawal dari sebuah kejadian dimana si ONO merasa tersinggung oleh perbuatan atau tindakan si ANU, ku ga tau ntah tindakan tersebut disengaja atau tidak dan ntah apa niatnya si ANU melakukan hal tersebut. Nah dari ketersinggungan itulah lalu si ONO "curhat" ke ANO, ANA dll. "Diakan alim, lihat aja pakaiannya" atau "Diakan sering ikut pengajian" kira2 begitulah ucapan si ONO yang mempermasalahkan filter si ANU, si ANU dikabarkan sering curhat masalah pribadinya di sosial media. Bagiku yang mendengar ini semua memang agak aneh jika masalah pribadi kita, kita jadikan status di sosmet sosmed. Yang mau ibadah lah, yang baru selesai ibadahlah, yang lagi bertengkarlah, yang lagi kecewa sama si dia lah, aaaaaahhhh ga perlu sampe segitunya lah update apdet status. Salah...? untuk kasus dan situasi tertentu salah. Nah karena tindakan seperti itu pernah atau mungkin sering dilakukan si ANU maka si ONO menjadikan hal tersebut untuk dijadikan bahan untuk meluapkan sakit hati dan kekesalan karena tersinggung oleh si ANU dan dijadikan bahan gosip.
Si ANO, ANA dll percaya dan setuju sama si ONO dan akhirnya jeleklah nama si ANU dimata mereka. Alasan mereka adalah "buat apa si ONO bohong, apa coba keuntungan yang didapat si ONO dengan semua cerita ini?". Hmmm....kalo menurutku ada keuntungan yang didapat si ONO, yaitu SEKUTU. Dengan adanya sekutu yang berdiri dipihaknya maka jelas si ONO ga sendirian, para sekutu mendukung ONO dan ikut menyalahkan ANU. Maka dengan kata lain ONO mengajak ANO, ANA dll untuk ikut "membalas" rasa sakit hatinya kepada si ANU. Akhirnya jadi rancu (menurutku ya) masalah awalnya berawal dari masalah bisnis antara ANU - ONO yang berujung pada ketersinggungan ONO trus malah lari ke "kebiasaan" buruk ANU yang suka mengumbar masalah pribadinya di sosmed. Lah jika yang dianggap jadi masalah adalah tindakan ANU di sosmed kan bisa dinasehati dengan cara yang baik, jadi ga perlu digosopin dan malah menjelek2an si ANU, Dengan tindakan bergosip ria menjelek2an si ANU bagiku itu sama aja dengan tindakan si ANU yang katanya suka mengumbar masalah pribadi di sosmed.
Terkadang ku berpikir apa karena masalah status sosial antara ANU - ONO sehingga si ANU tidak boleh menyinggung si ONO...? Entahlah, yang jelas jika si ONO udah tau dari dulu kelakuan ANU yang suka mengumbar "aib" di sosmed kenapa baru sekarang di publikasikan...? kenapa ga dari dulu...? kenapa ga dinasehati pada saat si ANU melakukan hal tersebut...? aneh bagiku, aneh. Ku cuma ketemu jawaban yang ini "Si ONO melakukan hal tersebut karena dia tersinggung dengan si ANU".
Ingat, kita pernah menyinggung orang lain. Ga mungkin jika kita ga pernah membuat orang lain tersinggung. Lantas kenapa kita sampe mengorek2 kesalahan orang lain pada saat kita tersinggung? apa kita mau jika kita di gituin orang?. Dan belajarlah untuk saling menasehati, kebanyakan kita lebih memilih untuk menggosip kesalahan orang lain daripada menasehati dan bicara berdua secara pelan2 kepada yang bersangkutan. Alasannya ga enak, trus apa enak ngegosipin orang lain dan pada akhirnya didapat kesimpulan bahwa si ANU itu jelek kelakuannya.
Maaf jika tulisanku belepotan dan pada akhirnya cuma bikin mumet kepala :v. Bukannya ku bela si ANU ku ga mau ikut blok A atau B. Ku hanya heran dan merasa aneh aja.
Manusia saling bersaudara maka "Daging yang paling nikmat adalah daging bangkai saudara sendiri". Nasehatilah saudaramu dengan kata2 yang baik dan jangan permalukan dia dengan cara menasehatinya di hadapan orang banyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar