Sabtu, 02 Mei 2015

Kisah ANU dan ONO

Nama si ANU tiba2 aja jadi jelek, hampir semua kejelekannya dibongkar, hampir semua hal dikaitkan ke dia dan semuanya mengarah ke dia sebagai awal masalah seakan2 si ANU tidak ada kebaikannya sama sekali. Si ANU jadi bahan pembicaraan oleh si ONO, ANO, ANA dll. Semua berawal dari sebuah kejadian dimana si ONO merasa tersinggung oleh  perbuatan atau tindakan si ANU, ku ga tau ntah tindakan tersebut disengaja atau tidak dan ntah apa niatnya si ANU melakukan hal tersebut. Nah dari ketersinggungan itulah lalu si ONO "curhat" ke ANO, ANA dll. "Diakan alim, lihat aja pakaiannya" atau "Diakan sering ikut pengajian" kira2 begitulah ucapan si ONO yang mempermasalahkan filter si ANU, si  ANU dikabarkan sering curhat masalah pribadinya di sosial media. Bagiku yang mendengar ini semua memang agak aneh jika masalah pribadi kita, kita jadikan status di sosmet sosmed. Yang mau ibadah lah, yang baru selesai ibadahlah, yang lagi bertengkarlah, yang lagi kecewa sama si dia lah, aaaaaahhhh ga perlu sampe segitunya lah update apdet status. Salah...? untuk kasus dan situasi tertentu salah. Nah karena tindakan seperti itu pernah atau mungkin sering dilakukan si ANU maka si ONO menjadikan hal tersebut untuk dijadikan bahan untuk meluapkan sakit hati dan kekesalan karena tersinggung oleh si ANU dan dijadikan bahan gosip.

Selasa, 23 Desember 2014

Bahaya Kekenyangan dan Kematian

Pernah ngerasaain yang namanya kenyang? Kalau kamu pernah lapar pasti kamu tau nikmatnya rasa kenyang. Nah bagaimana dengan orang yang jarang merasa lapar atau bahkan tidak pernah lapar, maka bisa jadi orang-orang tersebut tidak akan bisa menikmati nikmatnya rasa kenyang sebagaimana orang yang sebelumnya merasa lapar. Nah jadi pada saat si lapar berkata "alhamdulillah nikmat sekali makanan/rejeki hari ini" saat dia merasakan suatu yg membuat dia kenyang akan dianggap sebagai sesuatu yang lebay oleh orang yang selalu merasakan kenyang.

Lapar yang kumaksud bukan hanya lapar perut tapi juga lapar jiwa, setiap orang tentu ingin hidup nyaman, tidak kurang sesuatu apapun dll, tapi apa daya ternyata Tuhan telah menentukan rejeki setiap manusia itu berbeda beda. Ada yang kelebihan harta, ada yang serba cukup, ada yang pas pasan bahkan ada serba berkekurangan. Semua keadaan itu harus kita syukuri karena kalau nggak kita syukuri ya jadi terasa berat.

Minggu, 31 Agustus 2014

Ambillah pelajaran dari setiap kejadian

Hai, udah lama ku ga nulis disini, selain dikarenakan sibuk dengan berbagai urusan juga karena ga tau mau nulis apa, hehehe. Sebenarnya banyak ide yang ingin ku tuangkan kedalam tulisan tapii yah terkadang bingung bagaimana cara menuangkannya kedalam sebuah tulisan (seandainya menuangkan pikiran kedalam tulisan semudah menuangkan teh dari teko kedalam gelas) . Kali ini ku mau nulis tentang hikmah atau pelajaran dalam setiap kejadian. Kejadian atau peristiwa apapun yang kita alami atau jalani pasti ada hikmah atau pelajarannya, sekecil apapun atau sesepele apapun suatu kejadian pasti ada pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut.

Kita sering melewati hari hari yaah berlalu begitu aja tanpa ada pelajaran yang bisa kita kutip satupun, padahal kalo kita mau sedikit merenung dari berbagai kejadian yang kita alami seharian pasti ada minimal satu kejadian yang bisa memberi arti bagi hidup kita. Ingat ga ada hal yang sia sia dalam kehidupan ini asal kita mau berfikir untuk mencari sebuah pelajaran. Contoh, kita duduk melamun ga ngapa ngapain itu kan perbuatan yang sia sia nah kalo kita mau mikir dikiit aja "ah ternyata melamun ga menghasilkan apa apa, daripada melamun mending ku melakukan sesuatu" simpelkan ?  konyol? makanya jangan suka ngelamun, kita tau ngelamun itu banyak ruginya tapi kenapa kita masih sering melakukannya? naaah, berarti kita ga ngambil pelajarannya dan kita melaluinya begitu aja. 

Sabtu, 19 Juli 2014

Jangan Takut Mencoba

Menulis itu ga segampang bicara. Menulis itu harus dipikir apa yang harus kita tulis, beda dengan bicara yang terkadang asal ceplas ceplos dan tanpa harus menggunakan bahasa yang baku.
Ada yang pernah bilang ke aku kalo nulis tu gampang tinggal tulis aja apa yang ada dalam pikiran kita alias sama seperti bicara cuma bedanya ini bicara melalui tulisan. Dan pada saat itu dalam hati ku berkata "ya sama elu gampang lah sama gua...?". Logikanya kalaulah menulis itu segampang yang beliau katakan tadi tentu semua orang bisa nulis.

Jumat, 11 Juli 2014

Hidup itu indah (kayaknya)

 "Hidup itu indah" bagi orang yang bisa menikmati hidupnya. "Hidup itu pedih" bagi orang yang merasakan banyak kegetiran dalam hidupnya. "Hidup itu ya gini" bagi orang yang ga tau cara menjelaskan apa itu hidup. Menurutku semua itu tergantung dari diri kita sendiri, tergantung dari sudut mana kita memandang kehidupan, tergantung dari rasa yang kita pakai dalam merasakan kehidupan.


Banyak kita lihat disekeliling kita contoh dari kehidupan, orang kaya, sedang dan miskin. Secara kasat mata kita melihat bahwa orang kaya hidupnya bahagia senyuman selalu mengembang dibibirnya, gayanya dll. Sedangkan org yg menengah kita lihat ya biasa aja pada saat lagi gajian langsung belanja untuk 2 minggu bahkan ada yg langsung stok buat sebulan, nah pas akhir bulan hidup di irit2 hehehe. Sedang orang yang miskin kita lihat selalu menderita, untuk makan hari ini aja harus kerja keras dari pagi sampai sore bahkan ada yang sampai malam. Kerja tiada henti karena kalo berhenti bekerja maka berhenti makan (kurang lebih seperti itulah filosofinya). Tapi itu secara kasat mata, kita ga tau apa yang dirasakan mereka didalam jiwa mereka yang sebenarnya.