Pernah ngerasaain yang namanya kenyang? Kalau kamu pernah lapar pasti kamu tau nikmatnya rasa kenyang. Nah bagaimana dengan orang yang jarang merasa lapar atau bahkan tidak pernah lapar, maka bisa jadi orang-orang tersebut tidak akan bisa menikmati nikmatnya rasa kenyang sebagaimana orang yang sebelumnya merasa lapar. Nah jadi pada saat si lapar berkata "alhamdulillah nikmat sekali makanan/rejeki hari ini" saat dia merasakan suatu yg membuat dia kenyang akan dianggap sebagai sesuatu yang lebay oleh orang yang selalu merasakan kenyang.
Lapar yang kumaksud bukan hanya lapar perut tapi juga lapar jiwa, setiap orang tentu ingin hidup nyaman, tidak kurang sesuatu apapun dll, tapi apa daya ternyata Tuhan telah menentukan rejeki setiap manusia itu berbeda beda. Ada yang kelebihan harta, ada yang serba cukup, ada yang pas pasan bahkan ada serba berkekurangan. Semua keadaan itu harus kita syukuri karena kalau nggak kita syukuri ya jadi terasa berat.
Kembali pada rasa lapar dan kenyang. Misalnya saat simiskin masuk keruangan yang full ac kemungkinan besar si miskin akan berkata "Alhamdulillah...segeeeeer". Itu karena si miskin jarang ngerasain yang namanya ruang full ac, nah sekali kalinya ngerasain ruangan yang seperti itu maka akan terasa sekali nikmatnya. Hal berbeda dirasakan oleh orang yang udah biasa merasakan ruangan full ac, mereka akan merasa biasa aja dan gak ada hal yang istimewa sehingga pada akhirnya ...? Mereka lupa untuk bersyukur.
Bahagia. Pada saat anak si "lapar" sekali kali diajak makan diluar, coba tanya sama anak tersebut apa yang dirasakannya, anak itu pasti bilang "Seneeeng banget" sambil senyum sumringah. Nah coba kalau anak si "kenyang" dibawa makan diluar trus ditanya bagaimana rasanya, jawabnya "Biasa aja".
Sebenarnya bagi mereka yang diberikan kelebihan rasa kenyang itu adalah pilihan. Bagaimana dia mengontrol dirinya, bagaiman dia menerapkan "Makanlah sewaktu merasa lapar dan berhentilah sebelum kenyang". Jika kita selalu merasa kenyang maka nurani akan tertidur atau bahkan yang lebih parah lagi nurani akan MATI. Rasa syukur hilang dan berganti dengan rasa sombong, lupa bahwa itu hanya titipan.
Bagaimana kita bisa merasakan dan mensyukuri nikmatnya rasa kenyang jika kita selalu kenyang. Kita ga akan tau nikmatnya kenyang kalau kita gak pernah lapar. Laparkanlah dirimu, laparkanlah jiwamu maka in sya Allah kamu akan dapat menghargai dan menikmati "sebutir nasi dan setetes air". Bukan hanya itu jika kamu melaparkan dirimu maka kamu bisa tau gimana susahnya orang yang emang beneran harus lapar.
Jangan sampai kekenyangan membuat nuranimu mati. “Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras,
menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk
beribadah”.(Imam Asy-Syafi’i rahimahullah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar